FUTSAL=PRIA SEJATI. BENARKAH???

BISMILLAAHIRROHMAANIRROHIIM

Jaman sekarang siapa sih yang nggak kenal futsal, olahraga yang dimainkan oleh dua regu dengan pemain 5 orang tiap regunya ini sudah begitu populer di lingkungan kita. Saking populernya, sampai-sampai usaha lapangan futsal kian menjamur belakangan ini. Peminat olahraga ini tidak hanya anak remaja, tapi juga mahasiswa, sampai pegawai perusahaan dan pemerintahan.

Ada hal menarik yang terjadi sewaktu saya dan beberapa teman lainnya diajak salah seorang teman untuk bermain futsal pada jumat pagi yang lalu, merasa kurang hobi dan tidak sempat karena ada jadwal lain pada pagi itu, kami kompak menolak untuk bergabung. Lucunya, sang teman yang mengajak tersebut malah berkata “kalo nggak suka futsal artinya bukan laki-laki tuh alias banci”. Apa hubungannya? Kami jadi bingung waktu mendengar pernyataannya meskipun disampaikan dengan nada bergurau. tapi setidaknya itu adalah pendapat para penggila futsal (nggak semua sih) terhadap orang yang tidak hobi futsal. Wah…dari pengalaman tersebut, rasanya saya dan teman-teman lain yang tidak begitu hobi futsal perlu mengadakan klarifikasi nih…

  1. Pendapat yang mengatakan bahwa laki-laki baru dikatakan sejati kalo punya hobi main sepak bola (futsal-pen). Pemikiran seperti ini kok kedengarannya sempit banget yah. Lalu gimana dengan para perempuan yang hobi juga maen futsal? apa mereka juga dikatakan laki-laki sejati? Pendapat seperti ini sama seperti mengatakan bahwa seorang laki-laki kalo tidak merokok artinya banci. Saya jadi ingat ceramahnya A a’Gym, “sekali-sekali ajak tuh para pria perokok ke tempat mangkalnya banci, justru para banci merokok semua”.
  2. Bukankan dalam Islam sudah jelas bahwa salah satu ciri seorang laki-laki adalah ketika mendengar adzan segera menjawabnya dengan pergi ke mesjid untuk sholat berjamaah. Jaman sekarang banyak lho orang yang mengaku laki-laki sejati tapi ternyata untuk membuka mata saat adzan subuh malah tidak mampu. So, sudah laki-laki kah mereka yang mengaku pria sejati, atau justru mereka yang banci?
  3. Bagaimana dengan laki-laki yang tidak hobi dengan sepak bola? Apa mereka harus dipaksa punya hobi tersebut supaya bisa dibilang pria sejati? Trus, gimana kalo ternyata mereka lebih memilih olahraga bela diri, volly, golf, gulat, dll. Apa mereka bisa dibilang banci? Padahal sepak bola tidak bisa jadi tolak ukur seorang laki-laki dikatakan sejati. Buktinya, saya pernah liat ada lomba sepak bola antar banci pas acara 17an.

Rasanya dengan 3 poin di atas sudah cukup jelas bahwa menganggap laki-laki yang tidak hobi sepak bola bukan pria sejati adalah sebuah justifikasi yang kejam dan merupakan perbuatan zholim. So, bagi mereka yang masih berpikiran seperti itu ada baiknya introspeksi diri anda dulu, parameter untuk mengukur kejantanan seseorang sudah dijelaskan secara rinci oleh agama. Jadi telitilah sebelum membeli…ehh.. berpikirlah sebelum berbicara.

1 Comment »

  1. sangprabo said

    Assalaamu’alaikum
    Buset dah, ente alamat bakal penulis kayaknye nih… Masak cume gare-gare seuprit omongan temen nyang bukan tukang insinyur, aye jadi posting sepanjang enni??

    Hehehe.. Ane serasa kena gampar pas ngebaca
    “Bukankan dalam Islam sudah jelas bahwa salah satu ciri seorang laki-laki adalah ketika mendengar adzan segera menjawabnya dengan pergi ke mesjid untuk sholat berjamaah?”

    Iye deh Bang, aye ngaku, aye emang banci kacrut… Auw… Sebell..

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: