Jadilah “Box Breaker”

Beberapa waktu yang lalu, aku membaca sebuah buku berjudul “Box Breaker” yang ditulis oleh seorang motivator (kalo ndak salah) bernama Abdul Basith alias Abas. Awalnya aku sama sekali tak tertarik untuk membaca buku tersebut, habisnya kalo dilihat dari covernya yang tak komersil dan ukurannya yang kecil, rasanya isi bukunya pun tak kalah buruknya dengan covernya. Tapi, oleh temanku, aku dapat info kalo ni buku isinya bagus  banget. Setelah dibaca, eh… ternyata beneran bagus (rupanya ungkapan “don’t judge a book by it’s cover” ada benarnya juga…he..he.)

Ada hal menarik yang aku dapat setelah membaca buku ini, salah satunya adalah tentang “salah prioritas’. Di buku tersebut, dianalogikan seseorang yang minimal 2 jam dalam seharinya menonton tv (untuk menghabiskan waktu )yang berisi acara-acara hiburan (gosip, sinetron, dll) yang notabene tak akan membuatnya menjadi seorang artis atau orang yang sukses di dunia hiburan hanya dengan menonton seperti itu, kecuali hanya membuat orang tersebut menjadi soulmate dari tv yang ditontonnya (waktu tv ketawa ia ketawa, tv menangis ia pun ikut menangis..itu soulmate kan namanya???). Padahal, kalo saja 2 jam tersebut digunakan untuk belajar bahasa asing, sudah tentu ia akan lancar ber cas cis cus dalam bahasa asing tersebut, atau kalo 2 jam tersebut digunakan untuk belajar musik pastilah tak lama kemudian ia sudah bisa jadi musisi (kalo serius tentunya), atau kalo 2 jam tersebut digunakan untuk belajar ilmu bisnis, pastilah ia akan jadi bisnisman yang sukses beberapa waktu ke depan, atau 2 jam tersebut digunakan untuk hal-hal lain yang lebih bermanfaat. Itu baru 2 jam, gimana dengan orang yang dalam seharinya membuang waktunya untuk hal-hal yang kurang bermanfaat selama lebih dari 2 jam? Selama setahun, sudah berapa banyak waktunya terbuang sia-sia? Inilah yang disebut “salah prioritas”

Dari analogi di atas, dapat disimpulkan bahwa kadang kala kita tidak menyadari bahwa dalam seharinya, banyak waktu kita yang terbuang sia-sia  yang kita lakukan secara rutin alias kebiasaan, misalnya menonton tv yang berisi hiburan, tidur yang berlebihan, kongkow-kongkow tanpa manfaat, yang semua itu dijadikan alasan untuk mengisi waktu luang atau dalam bahasa madura-nya killing the time (maklum, baru selesai KKN di desa berpenduduk mayoritas suku Madura). Padahal, andai saja waktu tersebut kita gunakan untuk mempelajari sesuatu yang bermanfaat, sudah tentu kesuksesan akan cepat diraih. Itulah mengapa, dalam menentukan prioritas, diperlukan pertimbangan yang matang dan dewasa sehingga waktu yang kita miliki tidak terbuang percuma, secara hidup cuma sekalee…usia produktif juga nggak panjang-panjang amat…makanya manfaatkan dengan sebaik-baiknya supaya sukses bisa diraih sebelum malaikat maut ngajak “jalan”.

Kebanyakan manusia jaman sekarang (nggak tau jaman dulu,wong aku orang jaman modern) pengen sukses tapi ogah berusaha apalagi kerja keras. Emangnya bisa, jadi orang sukses n kaya tanpa bekerja keras? kecuali tu orang dapat warisan dari moyangnya segunung emas atau pake pesugihan dari gunung kelud. So..kalo mau sukses ya harus usaha yang keras supaya kebahagiaan bisa diraih. Sukses di sini bukan berarti hanya untuk dunia tapi juga untuk akhirat. Kalo kita udah sukses, dalam arti sudah merdeka dalam hal finansial dan waktu, tentu kita punya banyak waktu untuk beribadah dan berkesempatan untuk beramal jariyah sebanyak-banyaknya. Sebagai contoh, dengan harta yang kita punya, kita bisa mendirikan yayasan yang membantu anak-anak yatim, jompo, gelandangan, atau mendirikan bangunan ibadah, memberikan beasiswa bagi anak miskin yang berprestasi, dll. Kepengen kan bisa beramal ke orang banyak? makanya sukses dulu, meskipun yang namanya beramal tak perlu menunggu kaya. Tapi alangkah lebih baik kalo jadi orang kaya dermawan pula, tentu lebih banyak lagi orang yang dapat merasakan bantuan kita, otomatis tabungan pahala sebagai bekal menghadapNya semakin banyak, bukan?

So….mulai sekarang jangan “salah prioritas”, segera ganti kebiasaan kita yang kurang manfaat dan hanya membuang waktu dengan hal-hal yang jauh lebih manfaat supaya kesuksesan mudah diraih dan kebahagiaan dunia dan akhirat tak hanya jadi impian.

13 Comments »

  1. sangprabo said

    Laris manis tanjung kimpul… Aku barusan dapet pembeli pertama Man.. Alhamdulillah.

  2. amel said

    baca grafik-grafik kehidupan jg g?

  3. manalbanjari said

    @ amel
    Sudah, dapet gratisan…🙂

  4. mamas said

    ehhh,,,,
    wahhh,mantep ni.
    bisnisnya tetap di urus juga n di ingetin k ana ya.

  5. mamas said

    tunggu,,,,, gebrakan dari ana

  6. manalbanjari said

    to: mamas
    ok I’m waiting…..

  7. abdul said

    anda benar, buku boxbreaker memang ditulis abdulBasith. Semangat bro !

  8. manalbanjari said

    Wah…senangnya bisa komunikasi langsung dengan penulis salah satu buku favorit saya. Tulisan Anda sangat memotivasi…

  9. abdul said

    Ikut senang jika Anda termotivasi. Selamat berjuang. Hehe. aba

  10. ajeng said

    loh memang ada gratisannya,,mau dong,,,

  11. saya sedang mencari buku box breaker, tapi mencari di toko buku mana2 kok gak nemu ya?
    ada yg tau di mana? atau bisa pesan di mana?

  12. jendrhall mandau said

    saya sedang mencari buku box breaker(pendobrak kotak), tapi mencari di toko buku mana2 kok gak nemu ya?
    ada yg tau di mana? atau bisa pesan di mana?

  13. manalbanjari said

    sy masih punya stok bukunya. silahkan pm aja bagi yg minat beli.🙂
    manalbanjari@gmail.com

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: