<script language=”JavaScript1.2″ type=”text/javascript” src=”http://www.usahaweb.com/idevpeels.php?id=7916&peel=3&page=3″></script>
Peluang usaha tanpa modah, bahkan dapat 100rb saat daftar,,terbukti..!!!
hanya dengan mengklik http://www.usahaweb.com/idevaffiliate.php?id=7916
trus ikuti tahapan singkatnya
MENYUSUN PRIORITAS DENGAN PERTIMBANGAN KEWAJIBAN WAKTU
Bismillaahirrohmaanirrohiiiiiim
Ibnul Jauzi berkata, “Seharusnya manusia mengetahui kemuliaan masanya dan nilai waktunya, sehingga tidak menyia-nyiakannya walaupun sesaat dalam hal-hal yang tidak mendekatkan (diri kepada Allah SWT). Hendaklah mendahulukan yang lebih utama dalam ucapan dan pekerjaan, dan hendaklah niat untuk melakukan kebaikan selalu hadir (di hatinya), tanpa ada kelesuan dalam hal-hal yang tidak mampu dilakukan fisik. Sebagaimana disebutkan dalam hadits. “Niat seseorang itu lebih baik dari amalnya”
Bagaimana Menyusun Prioritas???
Berikut ini adalah salah satu metode yang bisa dilakukan untuk menyusun prioritas.
- Tulislah hal-hal yang hendak Anda kerjakan esok hari dalam sebuah tabel (Rencana Kerja Anda dan time schedule-nya)!
- Tentukan tingkat urgensinya (bisa dalam bentuk nilai A, B, C)!
- tentukan hal-hal yang dapat Anda delegasikan pada orang lain!
- Mulailah melakukan prioritas (A), yaitu hal-hal terpenting yang dapat mewujudkan tagret Anda, dan yang paling dekat pada batas waktu akhir, sehingga waktu Anda mengalir pada hal-hal yang paling penting terlebih dahulu!
- Letakkan tanda (V) pada hal-hal yang telah selesai dikerjakan (pada tabel Rencana Kerja Harian)!
- Pindahkan hal-hal yang belum dapat dituntaskan pada rencana kerja hari berikutnya, dan begitu seterusnya!
Tabel. Rencana Kerja Harian
|
No |
Jam |
Yg harus dikerjakan |
Prioritas |
Yg dpt didelegasikan |
Yg terlaksana |
Alih kebesok |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
INGATLAH…!!!!!
Dengan Menyusun Prioritas, Anda…
- Belajar menghindari pemaksaan diri di atas kewajaran,
- Memahami kapan dan bagaimana mengatakan “TIDAK”,
- Tidak memberatkan diri dengan kerja-kerja yang bukan prioritas,
- Menggunakan waktu Anda secara spesifik.
TANGGA MENUJU KEBERHASILAN MENGELOLA WAKTU
Bismillaahirrohmaanirrohiiiiiim
Dalam tulisan ini akan dipaparkan tentang kaidah-kaidah aplikatif yang mengantarkan pada kesuksesan mengelola waktu secara bertahap; selangkah demi selangkah sampai pada tingkat mahir dan apik dalam mengelola waktu.
Langkah pertama adalah menganalisis sikap kita terhadap manajemen waktu dan mengenali sejauh mana kemampuan kita dalam mengelola waktu. Langkah ini sangat penting dan mendasar karena tujuannya adalah mengefisiensikan waktu.
Langkah kedua adalah jika manajemen waktu dan efektifitas pemenfaatan waktu kita masih lemah, maka langkah yang mesti dilakukan adalah menghayati urgensi waktu dan sejauh mana kebutuhan kita pada manajemen waktu. Juga, memahami pemanfaatan waktu secara optimal. Artinya optimalisasi hidup kita sebab, waktu merupakan modal dasar. Apabila kita tidak mampu mengelolanya, maka kita tidak akan mampu mengelola sesuatu apapun.
Langkah ketiga adalah belajar menyusun skala prioritas, komitmen pada kewajiban waktu dan mengatasi sikap menunda-nunda pekerjaan.
Langkah keempat adalah mengenali hal-hal yang kita butuhkan dalam mengelola waktu secara efektif dan menjadikannya sebagai pusat perhatian serta titik tolak dalam memulai perubahan.
Langkah kelima adalah mengenali hal-hal yang dapat mengganggu manajemen waktu dan melemahkan kemampuan, sehingga kita dapat menghindarinya.
Langkah keenam adalah kita perlu mengetahui dan meneladani tokoh-tokoh yang berhasil dalam mengelola waktu.
Langkah ketujuh adalah mengenali cara mengatasi hal-hal yang dapat menyia-nyiakan waktu. Biasanya, hal-hal itu muncul dari dua sumber; lingkungan sekitar dan diri kita sendiri.
Langkah kedelapan adalah mengkaji cara meluruskan persepsi kita yang keliru terhadap efisiensi waktu. Di sini kita akan memahami bahwa yang bermasalah bukan waktu, tetapi cara pemanfaatannya.
Langkah kesembilan adalah bagaimana memimpin rapat dengan baik? Sebab, rapat (meeting) merupakan hal terpenting serta sarana komunikasi yang menghabiskan mayoritas waktu direktur.
Langkah kesepuluh adalah bagaimana mendelegasikan kerja dan tanggung jawab secara efektif?
Langkah kesebelas adalah belajar mengoptimalkan waktu santai sebagaimana mengoptimalkan waktu lelah, sebab hidup yang teratur dapat memberi peluang waktu untuk melakukan berbagai hal.
Langkah kedua belas adalah mengkaji contoh-contoh aplikatif tentang manajemen waktu yang efektif dan aplikasinya dilapangan.
Langkah ketiga belas adalah mendidik anak-anak agar menghargai waktu. Sebab, keunggulan kita tersimpan pada kemampuan menjadikan orang-orang sekitar berjalan menuju satu gawang (satu sasaran) bersama kita.
Langkah keempat belas adalah bagaimana melatih orang lain agar mampu memanfaatkan waktu secara optimal. Hal ini bisa dilakukan dengan mengusulkan program pelatihan untuk meningkatkan perhatian pada urgensi waktu. Juga memberi isyarat pada aspek-aspek peningkatan tersebut.
Demikianlah langkah-langkah yang bisa kita tempuh dalam mengoptimalkan pengelolaan waktu. Mari mulai mengelola dan megefisienkan waktu secara bertahap,selangkah demi selangkah kita lalui dengan sabar dan serius, sebab tradisi baru membutuhkan pemahaman, kesadaran dan kehati-hatian. Karena itu, jangan tergesa-gesa!
Dikutip dari buku “Manajemen Waktu” karya M. Ahmad Abdul Jawwad
RENUNGAN TENTANG MANFAAT MANAJEMEN DAN PENGELOLAAN WAKTU
Bismillaahirrohmaanirrohiiiiiim
· Berbagai studi menetapkan bahwa, jika kita mengorganisir target dan hasil, maka 20% waktu dapat mewujudkan 80% prestasi dan hasil. Sebaliknya, 80% waktu hanya dapat mewujudkan 20% prestasi dan hasil apabila kita tidak mengorganisir target dan hasil. (DR. Sayyid Al Hawari, Al Mudir Al Fa’al
· Mengelola waktu secara benar dapat menambah beberapa waktu yang lama dalam hidup Anda. Jika Anda mengoptimalkan pemanfaatan waktu luang Anda sebanyak 15 menit setiap hari, berarti Anda memiliki tambahan 13 hari produktif yang bisa dipakai untuk bekerja dalam setahun. Apabila Anda memanfaatkan waktu luang Anda sebanyak 30 menit sehari, berarti anda memiliki 26 hari produktif dalam setahun. Ini berarti Anda menambahkan waktu kerja satu bulan dalam setahun.
· Waktu ibarat lempengan besi, sejauh mana upaya yang dicurahkan untuk mengelola, mengorganisir dan mengoptimalkannya, maka sejauh itu pula harga yang dimilikinya.
Ilustrasi:
Sebuah lempengan besi seharga 5 dolar, apabila dicetak dalam bentuk tapal kuda harganya menjadi 11 dolar, apabila dicetak dalam bentuk jarum harganya menjadi 355 dolar, apabila dicetak dalam bentuk pisau harganya menjadi 2.285 dolar, apabila dicetak dalam bentuk kerangka jam maka harganya menjadi 250.000 dolar.
Be the real akhwat, my sister!
Bismillaahirrohmaanirrohiim
Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Teruntuk adikku tercinta, semoga rahmat, lindungan serta hidayah Allah senantiasa menyertai hidupmu.
Dua hari lagi adalah hari ulang tahunmu yang ke-18. Kalo biasanya abangmu ini selalu memberi kado spesial padamu, kali ini abangmu yang meminta kado darimu. Bukan barang mahal atau segepok uang yang abangmu minta, tapi satu hal yang sungguh abang harapkan darimu adalah Jadilah seorang muslimah sejati. . Rasanya permintaan ini sudah lama terlontar dari bibir ini tapi tak jua kau kabulkan. Permintaan ini semata-mata untuk kebaikanmu wahai adikku.
Sungguh, abangmu sedih melihatmu yang berpakaian tapi belum menutup aurat dengan sempurna, engkau juga tak membatasi pergaulanmu dengan lawan jenis, ditambah lagi ibadah wajib yang sering kau abaikan. Bukankan telah berulang kali abang ingatkan? bukankah engkaupun paham soal itu? Sampai kapan kau akan seperti ini? Cukuplah abangmu ini yang telat sadar dan mendapat hidayah melalui cobaan yang berat. Jangan sampai Allah memberimu hidayah sembari memberi cobaan pula. Bukankah telah banyak nikmatNya yang kau rasakan? Bukankah telah banyak kesempatan yang Dia berikan untukmu berubah enjadi lebih baik?
Abang hanya ingin kau lebih menghargai dirimu sebagai seorang muslimah. Jikalau bukan kau sendiri yang menghargai dirimu bagaimana orang lain akan menghargaimu?sesungguhnya seorang muslimah adalah mahal bak sebuah permata, tak semua orang boleh menyentuh, tak semua orang juga dapat memilikinya. Karenanya, jadilah engkau seorang muslimah yang memiliki kehormatan yang tinggi, karena itu adalah hak semua muslimah yang diberikan Allah.
Kau adalah satu-satunya amanah yang dititipkan Ibu sebelum ia menghadapNya. Jika abangmu ini tak berhasil membimbingmu ke jalan yang benar, sungguh sebuah dosa yang teramat besar yang akan abangmu terima. Sungguh, sampai saat ini abangmu masih memendam rasa bersalah karena belum berhasil mendidikmu menjadi seorang muslimah sejati. Kendati begitu, tak akan putus perjuangan ini abang lakukan. Abang selalu berdoa untuk keselamatanmu, agar kau segera mendapat hidayahNya. Meski rasa tak sabar selalu menghantui tapi semua ini memang sudah rencana Allah. Wahai adikku, janganlah kau persulit hidayahNya menghampirimu.
Wahai adikku, mulai saat ini hijrahlah engkau dari kejahiliahanmu selama ini ke jalan yang indah yang telah Allah persiapkan untukmu. Sudah saatnya engkau kembali ke fitrahmu sebagai seorang muslimah. Jalankanlah semua kewajiban yang Allah amanahkan padamu. Tutuplah auratmu dengan sempurna demi kemuliaanmu. Batasilah pergaulanmu dengan lawan jenis karena sesungguhnya mereka tak pantas untuk mendekatimu karena kau adalah makhluk yang dimuliakan Allah.
Hanya itu yang abangmu minta di hari ultahmu. Tak ada hadiah yang lebih abangmu inginkan kecuali perubahanmu menjadi seorang muslimah yang sempurna. Karenanya raihlah itu! karena sesungguhnya Allah telah mempersiapkan kado yang sangat besar untukmu setelah kau berada di jalanNya.
Abang yang selalu menyayangimu.
Wassalamu’alaikum warohmatullahi Wabarokatuh
FUTSAL=PRIA SEJATI. BENARKAH???
BISMILLAAHIRROHMAANIRROHIIM
Jaman sekarang siapa sih yang nggak kenal futsal, olahraga yang dimainkan oleh dua regu dengan pemain 5 orang tiap regunya ini sudah begitu populer di lingkungan kita. Saking populernya, sampai-sampai usaha lapangan futsal kian menjamur belakangan ini. Peminat olahraga ini tidak hanya anak remaja, tapi juga mahasiswa, sampai pegawai perusahaan dan pemerintahan.
Ada hal menarik yang terjadi sewaktu saya dan beberapa teman lainnya diajak salah seorang teman untuk bermain futsal pada jumat pagi yang lalu, merasa kurang hobi dan tidak sempat karena ada jadwal lain pada pagi itu, kami kompak menolak untuk bergabung. Lucunya, sang teman yang mengajak tersebut malah berkata “kalo nggak suka futsal artinya bukan laki-laki tuh alias banci”. Apa hubungannya? Kami jadi bingung waktu mendengar pernyataannya meskipun disampaikan dengan nada bergurau. tapi setidaknya itu adalah pendapat para penggila futsal (nggak semua sih) terhadap orang yang tidak hobi futsal. Wah…dari pengalaman tersebut, rasanya saya dan teman-teman lain yang tidak begitu hobi futsal perlu mengadakan klarifikasi nih…
- Pendapat yang mengatakan bahwa laki-laki baru dikatakan sejati kalo punya hobi main sepak bola (futsal-pen). Pemikiran seperti ini kok kedengarannya sempit banget yah. Lalu gimana dengan para perempuan yang hobi juga maen futsal? apa mereka juga dikatakan laki-laki sejati? Pendapat seperti ini sama seperti mengatakan bahwa seorang laki-laki kalo tidak merokok artinya banci. Saya jadi ingat ceramahnya A a’Gym, “sekali-sekali ajak tuh para pria perokok ke tempat mangkalnya banci, justru para banci merokok semua”.
- Bukankan dalam Islam sudah jelas bahwa salah satu ciri seorang laki-laki adalah ketika mendengar adzan segera menjawabnya dengan pergi ke mesjid untuk sholat berjamaah. Jaman sekarang banyak lho orang yang mengaku laki-laki sejati tapi ternyata untuk membuka mata saat adzan subuh malah tidak mampu. So, sudah laki-laki kah mereka yang mengaku pria sejati, atau justru mereka yang banci?
- Bagaimana dengan laki-laki yang tidak hobi dengan sepak bola? Apa mereka harus dipaksa punya hobi tersebut supaya bisa dibilang pria sejati? Trus, gimana kalo ternyata mereka lebih memilih olahraga bela diri, volly, golf, gulat, dll. Apa mereka bisa dibilang banci? Padahal sepak bola tidak bisa jadi tolak ukur seorang laki-laki dikatakan sejati. Buktinya, saya pernah liat ada lomba sepak bola antar banci pas acara 17an.
Rasanya dengan 3 poin di atas sudah cukup jelas bahwa menganggap laki-laki yang tidak hobi sepak bola bukan pria sejati adalah sebuah justifikasi yang kejam dan merupakan perbuatan zholim. So, bagi mereka yang masih berpikiran seperti itu ada baiknya introspeksi diri anda dulu, parameter untuk mengukur kejantanan seseorang sudah dijelaskan secara rinci oleh agama. Jadi telitilah sebelum membeli…ehh.. berpikirlah sebelum berbicara.
MAHASISWA ABADI
Dalam dunia pendidikan, khususnya di perguruan tinggi, ada sebuah istilah yang tak asing di telinga, yaitu ‘mahasiswa abadi’. Ini adalah sebutan atau lebih kerennya ‘gelar’ untuk mahasiswa yang lulusnya lama bahkan ndak lulus-lulus padahal sudah lebih dari 6 tahun kuliah, padahal idealnya sekitar 4 tahun. Biasanya ‘mahasiswa abadi’ banyak ditemui di fakultas teknik. Ntah mengapa, kayaknya fakultas teknik emang udah identik dengan populasi ‘mahasiswa abadi’nya yang bejibun.
Fenomena ini membuat saya tertarik untuk melakukan penelitian (ce ile…gaya amat) terhadap para ‘mahasiswa abadi’ di fakultas teknik tempatku menuntut ilmu. Yang jadi tujuanku dari penelitian ini adalah untuk mengetahui alasan mereka mengapa sampe bisa dapat gelar ‘mahasiswa abadi’ padahal tujuan kuliah di fakultas teknik tak lain tak bukan adalah untuk dapat embel-embel ST di belakang nama mereka.
Metode yang dipake dalam penelitian ini adalah observasi langsung, yaitu dengan pengamatan, wawancara, serta ditambah terawangan pribadi di tengah keheningan malam saat berada di kampus.
Dari hasil peneitian yang telah dilakukan, maka saya berhasil mengumpulkan kesimpulan berupa alasan-alasan mereka atau lebih tepat disebut ‘ngelesnya’ tentang nasib mereka yang tak kunjung lulus dari kampus tercinta, dari berupa alasan yang agak logis sampai tak masuk akal alias dibuat-buat demi mempertahankan harga diri. Berikut ini pemaparannya:
1. Paradigma turun temurun
Entah dari mana asalnya, tapi udah jadi paradigma turun temurun kalo kuliah di Teknik rata-rata semua orang pada maklum kalo kuliahnya lama. Malahan ada yang menganggap aneh kalo kuliah di teknik lulusnya tepat waktu. Mereka yang lulus tepat waktu malah dikatain cuma ngejar nilailah, beli nilai alias nyogoklah, dan banyak su’uzon-su’uzon lainnya. Kesian ya…
2. Bidang tak sesuai minat
Sebagian responden ada juga yang beralasan kalo bidang yang sedang dijalaninya ternyata tidak sesuai dengan keinginan. Kebanyakan sih karena bidang yang diambil sewaktu daftar kuliah adalah suruhan orang tua, tapi ada juga karena lulus dipilihan kedua. Tapi meskipun tak sesuai minat, bukan berarti mereka bisa seenaknya mengabaikan kuliah dong. Kalo emang nggak mau pindah kuliah, ya jalani aja yang sudah di depan mata, sapa tau ternyata rejekinya emang di situ. Kan apa yang kita terima sebenarnya adalah yang terbaik dari Allah. Tul gak?
3. Tugas kuliah terlalu berat
Sebagiaan responden menjadikan tugas kuliah yang terlalu berat sebagai alasan mereka terlambat lulus. Emang sih, tak bisa dipungkiri bahwa tugas kuliah di fakultas teknik emang berat banget, tapi bukan berarti nggak bisa dikerjakan lho. Buktinya, banyak juga kok mahasiswa yang lulus, padahal kemampuan mereka juga kurang lebih sama. Sebenarnya, yang jadi masalah bukan beratnya tugas, tapi ada tidaknya niat untuk mengerjakan tugas-tugas tersebut. Yang namanya pekerjaan, apapun itu kalo nggak dibarengi dengan ketekunan pastilah hasilnya nggak maksimal. Dosen kan juga punya perasaan kalo ngasi tugas ke mahasiswa.
4. Dipersulit dosen
Ternyata ada juga responden yang menyatakan bahwa alasan mereka telat lulus gara-gara dipersulit dosen. Biasanya sih gara-gara pernah punya kasus atau sejenisnya yang buat tu dosen jadi illfeel ama mahasiswa. Udah tau belom sih kalo kampus tu tempat belajar, bukan tempat cari musuh?
5. Tinggal skripsi aja kok
Alasan yang satu ini ternyata banyak dipake ama mahasiswa yang notabene dah ketuaan di kampus. Dari yang proposal skripsinya nggak keterima ama dosen pembimbing alias ditolak mentah-mentah sampe yang sengaja menunda sidang skripsi. Emang sih, kalo di kampusku mahasiswa yang lagi nyusun skripsi kagak bisa di DO walau dah lebih dari 8 tahun (peraturan fakultas). Itulah sebabnya masih banyak senior-senior angkatan 90an yang masih nangkring di kampus. Ingat-ingat umur napa bang..
6. Aktif organisasi
Ada juga responden yang menjadikan alasan ‘aktif organisasi’ sebagai sebab tertundanya kelulusan. Kebanyakan sih gara-gara menejemen waktu yang kurang oke. Walaupun udah tau nggak bisa bagi waktu dengan baik tapi mereka menolak untuk meninggalkan kesibukan mereka di organisasi, katanya sih bukan mahasiswa kalo nggak aktif organisasi. Okelah bro…tapi ingat juga dong kewajiban loe di kampus kan buat nuntut ilmu, so jangan lupa dengan yang satu ntu. Kasian bokap nyokap banting tulang buat nguliahin loe, tapi loe malah kagak serius. Tega loe ye…
7. Sibuk dengan kerjaan
Tak bisa dipungkiri kalo yang namanya kuliah mesti butuh dana yang lumayan besar. Inilah yang turut jadi alasan para mahasiswa untuk nyambi kerja. Mulai dari yang kerja part time, ikut MLM, jadi guru les privat dll. Tapi ada juga lho yang nyambi kerja bukan karena alasan kurang duit, katanya sih belajar mandiri gitu jadi waktu lulus kagak kaget dengan dunia kerja. Bukannya kalo loe-loe pade serius kuliah n cepat lulus justru malah ngringanin biaya kuliah n cepat kerja?
8. Membangun link/jaringan
Ternyata ada juga responden yang bilang kalo mereka sengaja nunda lulus kuliah karena mau mbangun link alias jaringan kerja supaya waktu lulus mereka kagak bingung nyari kerja karena dah punya banyak relasi. Tapi kebanyakan sih jaringan yang dibuat malah jaringan MLM. Kuliah di teknik koq malah ngelakonin marketing tho Mas?
9. Cinta status mahasiswa
Ada juga responden yang ogah ngelepas status mahasiswanya karena cinta ama status yang satu ini. Kalo mau jujur sih, sebenarnya alasan mereka karena jadi mahasiswa banyak enaknya. Mulai dari dapet uang bulanan dari ortu, gratis kalo ikut seminar atau paling kagak dapet potongan 50 %, bisa masuk ke sana-sini tanpa perlu izin yang ribet (ada juga sih kadang-kadang) dan banyak alasan lainnya. Oalah…bang..bang..kalo kelamaan di kampus kasian ama calon mahasiswa baru yang mesti rebutan kursi gara-gara kapasitas penerimaan jadi tinggal dikit.
10. Berat ninggalin kampus dan teman
Alasan yang satu ini juga banyak dikemukakan oleh responden. Katanya sih karena dah lama kumpul ama temen n betah di kampus jadinya mereka ogah cepat-cepat lulus. Coba deh bang..loe-loe pada ngaca, muka dah makin brewokan, umur juga dah pantes jadi bapak-bapak, dan temen-temen loe juga dah banyak yang lulus ninggalin loe bang. Jadi temen yang mana lagi yang berat loe tinggalin? Wong angkatan loe aja dah hampir punah..
11. Belum ada kontribusi
Nah, kalo alasan yang satu ini lumayan masuk akal (kalo emang tulus sih). Mereka yang punya alasan ini kebanyakan yang punya idealisme tinggi. Namun sayangnya, idealisme tersebut tidak dibarengi dengan usaha yang keras, jadilah mereka cuma bisa cita-cita. Makanye bang, serius dong kuliahnya, dengan abang cepet lulus justru kesempatan untuk berkontribusi semakin besar, yah minimal memperluas kesempatan generasi muda untuk mengenyam pendidikan di kampus, gichu loe….
12. Dilarang ortu
Dilarang ortu? Mungkin ini alasan paling kagak masuk akal. Masa anak mau lulus cepat malah dimarahin ortu sih? Tapi inilah fakta yang terjadi di lapangan, ada beberapa responden yang dilarang ortunya kalo lulus kuliahya tepat waktu. Begininih kira-kira jawaban ortu mereka saat diberitahu anaknya yang dah mau lulus kuliah, “loe kira bapakmu kagak mampu apa nguliahin loe sampai 7-8 taon, asal loe tau ye, bapakmu ini masih punye uang buat nguliahin loe ampe tua, jadi loe jangan cepat-cepat lulus. Loe mau bapak loe malu gara-gara dibilang orang kagak mampu?” (??????????????-pen)
Itulah 12 alasan terbanyak yang dikeluarkan oleh para ‘mahasiswa abadi’ yang saya jadikan responden dalam penelitian ini. Yah, apapun alasan yang mereka buat, satu hal yang mesti diingat bahwa “Tidak diperlukan sebuah alasan untuk mencapai kesuksesan karena sebab kegagalan adalah karena banyak alasan”.
AKU IRI…………….
Bismillahirrohmanirrahim
Rasa iri merupakan fitrah yang dimiliki setiap manusia. Tak terkecuali diriku yang begitu banyak menyimpan rasa iri pada orang lain. Selama rasa iri tersebut bernilai positif dan memotivasi, tentu semua itu tak jadi masalah. Berikut ini adalah beberapa dari sekian banyak rasa iri yang ku pendam selama ini.
Aku iri pada para shahabat rasul yang dijamin masuk surga
Sementara tak ada jaminan buatku ke sana
Aku iri pada para ulama yang menjadi penyampai hidayah Allah
Sementara berdakwah pada keluarga saja aku tak bisa
Aku iri pada pengemis yang kutemui tiap hari yang selalu mengucap syukur kala menerima recehan
Sementara aku selalu merasa kurang atas rejeki yang kudapat
Aku iri pada seorang wanita tua miskin namun setiap hari bersedekah dengan ikhlas
Sementara aku lebih suka menumpuk harta
Aku iri pada pengamen cilik di perempatan jalan yang bisa menghasilkan uang dengan keringatnya
Sementara aku selalu marah saat uang saku dari orang tua terlambat kuterima
Aku iri pada anak-anak panti yang selalu berdoa untuk kebahagiaan orang tuanya yang telah tiada
Sementara aku sering merasa malu kala berjalan bersama orang tua
Aku iri pada si Fahri yang tiap pagi selalu membantu membawakan belanjaan ibunya
Sementara aku hanya bisa menyusahkan ibu semasa hidupnya
Aku iri pada si Wahid yang setiap hari kemasjid bersama ayahnya untuk sholat berjamaah
Sementara aku sangat jarang bisa berkumpul bersama ayah dalam balutan ibadah
Aku iri pada si Amir yang cacat namun memiliki prestasi yang gemilang
Sementara aku hanya bisa lulus dengan nilai yang pas-pasan
Aku iri pada teman-teman yang semangat berdakwah di jalan Allah
Sementara aku selalu mencari alasan untuk menolak kala diajak berdakwah
Aku iri pada teman-teman yang rajin mengaji di sela-sela kesibukannya
Sementara aku merasa tidur adalah yang terbaik untuk mengisi waktu luangku
Ya Allah, jadikanlah rasa iri yang kumiliki sebagai salah satu jalan untuk meraih kasihMu. Mudahkan bagiku untuk melakukan hal yang sama bahkan lebih dari yang mereka lakukan agar tak hanya rasa iri yang ku rasakan, tetapi juga kenikmatan di balik semua itu. Amiiiin
By: Man_Albanjari
Jadilah “Box Breaker”
Beberapa waktu yang lalu, aku membaca sebuah buku berjudul “Box Breaker” yang ditulis oleh seorang motivator (kalo ndak salah) bernama Abdul Basith alias Abas. Awalnya aku sama sekali tak tertarik untuk membaca buku tersebut, habisnya kalo dilihat dari covernya yang tak komersil dan ukurannya yang kecil, rasanya isi bukunya pun tak kalah buruknya dengan covernya. Tapi, oleh temanku, aku dapat info kalo ni buku isinya bagus banget. Setelah dibaca, eh… ternyata beneran bagus (rupanya ungkapan “don’t judge a book by it’s cover” ada benarnya juga…he..he.)
Ada hal menarik yang aku dapat setelah membaca buku ini, salah satunya adalah tentang “salah prioritas’. Di buku tersebut, dianalogikan seseorang yang minimal 2 jam dalam seharinya menonton tv (untuk menghabiskan waktu )yang berisi acara-acara hiburan (gosip, sinetron, dll) yang notabene tak akan membuatnya menjadi seorang artis atau orang yang sukses di dunia hiburan hanya dengan menonton seperti itu, kecuali hanya membuat orang tersebut menjadi soulmate dari tv yang ditontonnya (waktu tv ketawa ia ketawa, tv menangis ia pun ikut menangis..itu soulmate kan namanya???). Padahal, kalo saja 2 jam tersebut digunakan untuk belajar bahasa asing, sudah tentu ia akan lancar ber cas cis cus dalam bahasa asing tersebut, atau kalo 2 jam tersebut digunakan untuk belajar musik pastilah tak lama kemudian ia sudah bisa jadi musisi (kalo serius tentunya), atau kalo 2 jam tersebut digunakan untuk belajar ilmu bisnis, pastilah ia akan jadi bisnisman yang sukses beberapa waktu ke depan, atau 2 jam tersebut digunakan untuk hal-hal lain yang lebih bermanfaat. Itu baru 2 jam, gimana dengan orang yang dalam seharinya membuang waktunya untuk hal-hal yang kurang bermanfaat selama lebih dari 2 jam? Selama setahun, sudah berapa banyak waktunya terbuang sia-sia? Inilah yang disebut “salah prioritas”
Dari analogi di atas, dapat disimpulkan bahwa kadang kala kita tidak menyadari bahwa dalam seharinya, banyak waktu kita yang terbuang sia-sia yang kita lakukan secara rutin alias kebiasaan, misalnya menonton tv yang berisi hiburan, tidur yang berlebihan, kongkow-kongkow tanpa manfaat, yang semua itu dijadikan alasan untuk mengisi waktu luang atau dalam bahasa madura-nya killing the time (maklum, baru selesai KKN di desa berpenduduk mayoritas suku Madura). Padahal, andai saja waktu tersebut kita gunakan untuk mempelajari sesuatu yang bermanfaat, sudah tentu kesuksesan akan cepat diraih. Itulah mengapa, dalam menentukan prioritas, diperlukan pertimbangan yang matang dan dewasa sehingga waktu yang kita miliki tidak terbuang percuma, secara hidup cuma sekalee…usia produktif juga nggak panjang-panjang amat…makanya manfaatkan dengan sebaik-baiknya supaya sukses bisa diraih sebelum malaikat maut ngajak “jalan”.
Kebanyakan manusia jaman sekarang (nggak tau jaman dulu,wong aku orang jaman modern) pengen sukses tapi ogah berusaha apalagi kerja keras. Emangnya bisa, jadi orang sukses n kaya tanpa bekerja keras? kecuali tu orang dapat warisan dari moyangnya segunung emas atau pake pesugihan dari gunung kelud. So..kalo mau sukses ya harus usaha yang keras supaya kebahagiaan bisa diraih. Sukses di sini bukan berarti hanya untuk dunia tapi juga untuk akhirat. Kalo kita udah sukses, dalam arti sudah merdeka dalam hal finansial dan waktu, tentu kita punya banyak waktu untuk beribadah dan berkesempatan untuk beramal jariyah sebanyak-banyaknya. Sebagai contoh, dengan harta yang kita punya, kita bisa mendirikan yayasan yang membantu anak-anak yatim, jompo, gelandangan, atau mendirikan bangunan ibadah, memberikan beasiswa bagi anak miskin yang berprestasi, dll. Kepengen kan bisa beramal ke orang banyak? makanya sukses dulu, meskipun yang namanya beramal tak perlu menunggu kaya. Tapi alangkah lebih baik kalo jadi orang kaya dermawan pula, tentu lebih banyak lagi orang yang dapat merasakan bantuan kita, otomatis tabungan pahala sebagai bekal menghadapNya semakin banyak, bukan?
So….mulai sekarang jangan “salah prioritas”, segera ganti kebiasaan kita yang kurang manfaat dan hanya membuang waktu dengan hal-hal yang jauh lebih manfaat supaya kesuksesan mudah diraih dan kebahagiaan dunia dan akhirat tak hanya jadi impian.